Hasil Lab Pasien Rumah Sakit Eka Cibubur Diduga Terkena Virus Corona

Rumah Sakit Eka Cibubur, mengatakan hasil pemeriksaan lab terhadap salah seorang pasien yang di kira terkena virus korona. Hasilnya, pasien tersebut negatif terkena virus mematikan dari kota wuhan tersebut.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Bogor mengatakan, penilaian tersebut disampaikan dari hasil pemeriksaan test darah  dan foto sinar x pasien.

Proses tim Dinas kesehatan Bogor bekerja sama dengan kementrian kesehatan dan kita akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar operasional prosedur lengkap, 2 hari kerja dan hasilnya negatif. Pihak penelitian dan pengembangan terus memantau terhadap adanya kasus pasien terduga terkena virus corona.

Kami sudah memiliki alat yang dapat melakukan pemeriksaan lab terhadap virus corona ini. Kami juga sudah memiliki pengalamab pada SARS dan MERD maka sudah dapat terdeteksi dengan baik, jadi kita juga sudah tidak perlu ragu dengan apa yang sudah di lakukan Kemenkes.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Eka, Paulus Arka mengatakan, pasein yang di duga terkena virus corona itu masih di pantau dan di laporkan kepada pihak Dinkes setempat. pemantauan dan pelaporan di laksanakan sesuai dengan standar penanganan.

Jadi ini hasilnya kan negatif, kami menyebut ini terkena para-infection atau inveksi virus. SOP yang di lakukan Rumah Sakit Eka, seperti pemeriksaan darah dan sinar x, lalu pemeriksaan fungsi ginjal dan hati.

Darahnya cuman menunjukan infeksi saja dan kemudian sinar x, tidak ada peneumoni jadi kita ulang 2x dan hasilnya juga masih sama tidak ditemukan, maka pasien dapat di perbolehkan untuk pulang.

Rumah Sakit Eka mendapati seorang pasien yang dengan gejala seperti terkena virus corona. Dalam pemeriksaan sesuai strandar yang di lakukan pada 29 Januari dengan masuk ke ruang isolasi untuk di observasi dengan mengambil sempel.

Director of Corporate Customer Relation Eka Hospital, James Carlos menyebutkan, pihaknya langsung menangani pasien tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur. kami berkoordinasi dalam melakukan penanganan dengan cepat, kooperatif dan komprehensif tindakan pertolongan pertama terhadap pasien suspect pneumonia tiongkok sesuai dengan penanganan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *