Berbagai Obat Sakit Perut dan Maag di Apotik


Gastritis atau peningkatan produksi asam lambung merupakan penyakit yang cukup umum terjadi pada penduduk Indonesia. Kondisi ini dapat menyebabkan mulas. Itulah mengapa penting untuk meredakan gejala dengan obat mulas yang dijual bebas. Namun, sudahkah Anda mengenali jenis-jenis obat sakit maag?

Tersedia pilihan obat sakit perut

Asam lambung diproduksi dari lambung untuk mencerna makanan. Naiknya asam lambung dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, merokok dan stres. Akibatnya, kondisi ini bisa menimbulkan gejala maag, mulas, bau mulut, serta nyeri dada. Jika gejala mulas Anda meningkat berulang kali (lebih dari dua kali seminggu), Anda mungkin mengalami gejala GERD (penyakit refluks gastroesofageal).

Itulah mengapa menghilangkan gejala dengan obat yang tepat adalah penting. Anda bisa mengatasinya dengan berbagai obat sakit maag di apotek dan resep obat sakit maag.

Jenis obat anti maag di apotik

Tidak hanya ada satu jenis obat sakit maag di apotek. Obat sakit maag di apotek biasanya memiliki dosis yang cukup lebih rendah. Ada beberapa obat maag yang tersedia di apotek, antara lain:

Penghambat Pompa Proton (PPI)

Inhibitor pompa proton, atau PPI, adalah obat mulas yang dijual bebas yang mengurangi asam lambung.
PPI bekerja dengan cara menghambat kinerja sel-sel tubuh yang memproduksi asam lambung dan mencegah kerusakan lambung.

Antasida

Jenis lain dari obat sakit maag di apotek adalah antasida. Antasida bekerja dengan cara menetralkan asam lambung dengan cepat sehingga dapat mengatasi sakit maag.

Antasida tersedia tanpa resep. Beberapa antasida mengandung alginat, yang melindungi lapisan lambung. Penggunaan obat maag di apotik atau dari dokter pada dasarnya tergantung dari penyebab maag dan tingkat keparahan maag yang dialami.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan obat sakit maag yang tepat berdasarkan gejala sakit maag yang Anda alami.

Selain mengonsumsi obat sakit maag di apotek atau resep obat sakit maag, penting untuk menerapkan pola hidup yang benar, seperti makan dalam porsi kecil terlebih dahulu dan menghindari diet yang dapat menyebabkan peningkatan sakit maag.